Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 2)

Ini tulisan ke 2 dari 3 tulisan yang ku rencanakan untuk 3 hukum penting yang di rumuskan oleh Newton. Hmm……Pengennya sih ada banyak tanggapan dari tulisan pertamanya. Yaa…. walaupun ada beberapa orang tapi tak apalah masih ada yang mau memberikan komentarnya. (tetap syukur uii….). Tulisan ini ku tulis tanggal 23 desember 2009 tepatnya jam 9.49 pagi, 2 jam setelah gempa mengguncang kota padang untuk kesekian kalinya setelah gempa terdahsyat yang ku rasakan 30 september 2009 ( he..he.. ada kemiripan tanggal dengan gerakan revolusioner G 30 S …..) yang banyak memakan korban jiwa. Inspirasinya sih sudah lama 3 atau 4 tahun belakangan. Tapi belum pede menuliskannya hua..ha…ha…ha

Kita lanjutkan ya filosofi kedua dari formula hukum newton ini. Dalam penelitiannya ternyata newton juga mendapatkan rumus canggih lainnya. Om newton bilang ini hukum keduanya yang di formulasikannya dengan persamaan :

Beda dengan sebelumnya dalam formulasi ini ada tambahan varibel baru yaitu varibel m dan a. Tambahan varibel ini gk buat rumit koq swear. (Coba kita tanya upin ipin … ha… banyak betul). Dalam formulasi ini nilai F menunjukan Gaya, m menunjukan masa, dan a adalah percepatan. Tanda sigma sudah pada tau kan jumlah dari beberapa variabel di depannya. Om newton bilang hukum keduanya ini berbunyi : “ percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda”

Nah bagaimana ini bisa diformulasikan menjadi filosofi kehidupan???. Mari kita ingat lagi pada bag pertama tulisan ini, disana dijelaskan bahwa kriteria orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan kita yakin bahwa ini tidak akan didapat hanya dengan diam, yaa….. kalo diam kembali lagi ke hukum pertamanya. Betul gk…..????

Kita, Allah anugrahkan dengan potensi yang sebanding antar sesama manusia (m), dikatakan sebanding karena tidak ada manusia yang sama antara yang satu dengan yang lainnya, tapi yakinlah kalau nilai itu sudah tetap adanya. Nah… potensi ini belum akan teraktivasi sebelum kita mengaktivasinya, yaitu dengan keinginan yang kuat dari dalam diri kita dalam bentuk paksaan berupa tarikan atau dorongan (F). Besarnya dorongan atau tarikan yang kita berikan akan mempengaruhi percepatan perubahan (a) atau aktivasi potensi yang masih tersimpan dalam diri kita.

Perlu kita ingat bahwa sesungguhnya gaya atau percepatan itu adalah besaran vektor, selain memiliki besar juga memiliki arah. Itu artinya…. gaya yang kita berikan akan menentukan arah perubahan diri kita. Jika tarikan atau dorongan yang kita berikan itu bernilai positif, maka ia akan memberikan perubahan kebaikan sebesar gaya yang kita berikan atau lebih, begitu juga sebaliknya. Kira2 bagaimana ya bentuk gaya positif itu ??? ha….mau taukan jawabannya…ini nih. Allah Swt sudah memberikan tuntunannya dalam Al quran surat At taubah ayat 20 :

“orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan” (QS : At taubah 20)

Coba deh perhatikan arti ayat tersebut. Bagi kita yang ingin di tinggikan derajatnya, dan mendapatkan kemenangan atau cita2 yang ingin dicapai maka ada 3 faktor gaya yang harus kita lakukan : pertama, keyakinan (keimanan) yang begitu kuat terhadap apa yang kita inginkan. Dan yakin Allah akan memberikannya. Orang yang ingin suskses harus memiliki rasa optimis yang kuat (ingat harapan itu masih ada) (he…he… diambil dari judul sebuah nasyid ), kedua hijrah, atau gaya untuk berubah dari kebiasaan yang buruk (malas, berangan2 tak menentu, kikir de el el) (kalo dituliskan terlalu buaaanyaakkkkk sekaliii…) menuju ke arah yang baik (rajin, prioritas amal, syukur de el el), ketiga adalah mujahadah (bersungguh2) baik dalam bentuk harta dan maupun jiwa kita (mana ada dunk berjuang tanpa ada pengorbanan surga gk gratis uiiii………..). Nah sekarang dah pada tau kan gaya apa yang harus dilakukan…. just do it. Jangan tunggu lagi ingat rumus 3m nya AA Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai saat ini juga.  Ganbatte kudasai

About these ads
This entry was posted in Tafakur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 2)

  1. akmal sang newton says:

    Gua suka deh ame tulisannye…gaul gtu bahasa nye… secara, ini kita banget gtu loh.. ^_^

  2. zaidan says:

    apa-apa aja yang tergolong harta cal?….
    karna mungkin memberi berbanding lurus dengan menerima sebab semakin banyak kita memberi maka semakin banyak pula kita menerima

    • faisal says:

      untuk harta banyak fik dia gk harus materi bahkan doa juga adalah harta kita.masih ingatkan tentang hadits nabi 3 amalan yang tidak terputus dari anak adam ketika dia meningal :
      1. Ilmu yang bermanfaat
      2. Sedekah jahriyah
      3. Doa anak yang shaleh

      ha semuanya akan memberikan ganjaran kepada kita bahkan sampai kita sudah meninggal.
      kayaknya pertanyaan ifik ini membuka ide bagi cal untuk menulis lagi.
      mungkin pada tulisan selanjutnya : Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 3 habis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s