Ketika kambing hitam berprasangka

Entah dari mana harus memulainya. Semuanya begitu cepat terjadi satu, dua, dan … tapi dia berharap tidak akan menimpa dirinya lagi. Ya Allah kuatkan Dia.

Belum selesai fitnah yang satu terjadi kini datang lagi fitnah yang baru yang menimpa dirinya. Apa mungkin karena doa yang dia panjatkan tidak tulus diucapkannya atau mungkin karena Allah ingin menguji dirinya menghadapi fitnah yang datang. Ya Rahman ya rahim.

Semua tidak datang dari orang luar tapi saudaranya sendiri yang dia sendiri tidak tau untuk apa semua ini dilakukannya. Ya semua berawal dari prasangka yang akhirnya harus mencari kambing hitam untuk tumbalnya.

Dia tau bahwa sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Tapi Aku juga bisa merasakan bagaimana rasanya ketika seseorang menjadi tersangka pada kasus yang sebenarnya dia  sendiri tidak tau apa yang di prasangkakan kepadanya. Kasus yang pertama ia dijadikan oleh orang kedua sebagi tersangka. Dakwaan ini pun masih prasangkanya karena ia memiliki kriteria yang saudaranya dakwakan. Kasus kedua tidak jauh berbeda ia kembali dijadikan tersangka tapi sekarang oleh orang pertama dan itupun masih prasangka.

Kasus pertama mungkin masih bisa dia diamkan dengan hanya berlapang dada saja menerimanya dan demi sebuah persahabatan. Tapi kasus kedua ini agak lain, pemberitaan yang di buat oleh saudaranya membuat dadanya menjadi bergemuruh. Tulisan-tulisannya, kata-katanya dan bahkan tarbiyah menjadi sebuah pertanyaan pamungkas bagi dirinya. Malang benar engkau kawan dirimu dikambing hitamkan oleh saudaramu sendiri.

Sebenarnya ia sudah berniat baik untuk menolong saudaranya ketika ia diminta untuk memecahkan permasalahannya. Tapi niat baiknya justru dijadikan oleh saudaranya sebagai bahan untuk menjatuhkannya. Wallahu’alam permitaan maafnya apakah karena ketulusan atau tidak tapi ia mengulanginya dengan penuh dramatis untuk memikat hati saudarnya dan mencari momentum untuk menjatuhkannya. Dan sekali lagi tarbiyah menjadi pertanyaannya.

Ya Allah aku hanya mendoakan kepadamu berilah kami kebersihan hati, ketenangan jiwa dalam menghadapi ujianmu ini

This entry was posted in Curhat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Ketika kambing hitam berprasangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s