Hukum Coulomb

Studi tentang listrik dibagi menjadi dua bagian yaitu listrik statis (electrostatics) dan listrik dinamis (electrodynamics). Listrik statik yaitu listrik yang berada dalam keadaan diam sedangkan listrik dinamis yaitu mempelajari muatan listrik yang bergerak yang lebih dikenal arus listrik. Contoh Listrik statis seperti tertariknya sobekan kecil kertas oleh sisir yang telah digosokan pada rambut kering.

Peristiwa ini terjadi karena proses Pemberian muatan secara induksi kepada isolator. Kebanyakan atom atau molekul netral pusat muatan positif berimpit dengan muatan negatif. Ketika isolator didekati oleh benda bermuatan positif, pusat muatan negatif ditarik mendekati benda bermuatan positif. Ini menghasilkan muatan lebih negatif pada sisi yang berdekatan dengan pemberi muatan. Gejala ini dikenal dengan sebutan polarisasi. Pada keadaan ini muatan benda berlawanan jenis dengan polaritas muatan induksi isolator. Muatan yang berbeada jenis menghasilkan gaya tarik menarik sehinga isolator dapat menempel pada benda bermuatan listrik. Penamaan muatan positif dan muatan negatif pertama kali diberikan oleh Benjamin Franklin.

Suatu karakteristik penting dari muatan adalah muatan listrik selalu kekal jadi dalam peristiwa dua benda dimuati dengan cara menggosokannya, muatan tidak diciptakan dalam proses ini. Benda-benda menjadi bermuatan karena muatan negatif dipindahkan dari suatu benda ke benda lainnya. Pada tahun 1909, Robert Milikan (1886 – 1953) menemukan bahwa jika suatu benda dimuati, maka muatannya selalu merupan kelipatan dari sebuah muatan elementer, yang diberi lambang e atau muatan listrik ini terkuantisasi. Ini berarti berkas-berkas elektron selalu diskrit dan hanya boleh memiliki muatan ± e, atau ± 2e, atau ± 3e, dan seterusnya tetapi tidak pernah dalam bentuk pecahan seperti ± 1,5 e.

Satuan muatan listrik dalam SI  diukur dalam Coulomb. Satu Coulomb adalah sejumlah muatan yang mengalir melalui suatu penampang kawat dalam satu sekon ketika arus satu ampere melalui kawat itu. Hubungan muatan elementer e dengan Coulomb adalah :

1e = 1,60 x 10-19 C

Hubungan gaya listrik antara dua bola bermuatan terhadap jarak antara keduanya, pertama kali diselidiki oleh fisikawan perancis bernama Charles Coulomb pada tahun 1785. Coulomb menyimpulkan bahwa gaya tarik atau gaya tolak berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua bola bermuatan. Secara matematis :

Coulomb juga menyimpulkan bahwa gaya tarik atau gaya tolak antara dua bola bermuatan sebanding dengan muatan-muatannya. Secara matematis :

Dari dua kesimpulan ini Coulomb menyatakan hukumya yang dinamakan hukum Coulomb yaitu : “ Besarnya gaya tarik atau gaya tolak anatara dua muatan listrik sebanding dengan muatan-muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan”. Secara matematis  hukum Coulomb :

Jika medium dimana  muatan-muatan berada adalah vakum atau udara maka :

Keterangan :

F = Gaya Coulomb = N

q = Muatan listrik = Coulomb

k =Konstanta dengan  = Permitivitas Udara = 8,85 x 10-12 C 2 N -1 m -2

This entry was posted in Fisika and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Hukum Coulomb

  1. yuli says:

    trimakash info nya…^_^
    salam kenal….^_^

  2. faisal says:

    hm…sama-sama

  3. enceept says:

    trimakasihnya infonya.
    sangat membantu sekalii dalam mengerjakan tugas kuliah.🙂
    jempool buat andaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s