Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 1)

Bisa ngak sih teori dalam ilmu fisika jadi filosofi kehidupan??? Bagaimana caranya ya hukum fisika bisa jadi filsofi kehidupan?? he..he… jangan bingung dulu. Sebenarnya sih ngak cuman fisika aja bisa dijadikan filosofi kehidupan tapi apa pun ilmunya bisa dijadikan filosofi kehidupan. Ah yang bener?? Aduh…. koq gak percaya sih.

Ya deh… diterangain. Ini nih salah satu hukum fisika yang bisa kita jadikan sebagai filosofi kehidupan kita. Masih ingatkan dengan Om newton. Itu tuh ilmuwan fisika yang terkenal dengan hukum gravitasinya. Konon katanya (kayak lagu mbah dukun aja wkk…wkk…) inspirasi ilmunya ia dapatkan ketika ia sedang istirahat di bawah pohon apel tiba-tiba sebuah apel jatuh dan menimpa kepalanya. (Trus… apa hubungannya?!*$3) ya itu dia om newton menghasilkan hukum newton dari sini, salah satunya hukum pertama newton yang dia tulis dengan persamaan :

∑F = 0

Om newton bilang hukum pertamanya ini disebut dengan hukum kelembaman (bahasa fisikanya Inersia gitu..). Atau “ sebuah benda akan cendrung diam atau bergerak dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhinya” (sederhananya begitu….).trus…

Jadi gini kita pasti pengen hidup kita jadi lebih baik atau sukses. Ngak ada dunk orang yang ingin hidupnya tidak sukses. Dan kita juga tau menjadi lebih baik juga tuntunan dari rasul kita Muhammad SAW. Masih ingatkan rasul kita pernah berkata : “orang yang hidupnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia termasuk orang yang celaka, orang yang hidupnya hari ini sama dengan hari kemarin ia termasuk orang yang merugi, dan orang yang hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin itulah orang yang beruntung”.trus…

Nah kalau kita perhatikan formula yang diberikan oleh Om newton ternyata ia memberikan inspirasi kepada kita bahwa kita takkan pernah berubah atau akan tetap seperti yang kita alami sekarang ketika kita tidak memberikan dorongan atau tarikan (bahasa fisikanya gaya gitu lo……) ke dalam diri kita. Misalnya ilmu kita tidak bertambah, ibadahnya konstan, reski nya tidak bertambah, temannya itu-itu aja, kesehatannya bermasalah dan banyak lagi….gi..gi.. yang semuanya seperti kondisi awalnya. Atau mungkin perubahan hidup kita hanya konstan tidak ada progress nya (sebenarnya sih masih mending dari pada tidak he….he…). Situasi ini sebenarnya berlaku bagi orang yang sudah bergerak dan mempertahankan nilai geraknya. Tapi tetap saja ia termasuk orang yang merugi karena gerakannya tidak berubah atau dengan kata lain konstan. Trus….

Koq trus mulu ntar nabrak lo… Nah dah jelas belom???? Hu…uh

Tambahan lagi, jadi jika kita ingin menjadi lebih baik ya tetap bergaya (maksudnya memberikan gaya gitu) terhadap diri kita. Itulah yang namanya hidup yang berarti bergerak ya kalau tidak bergerak lagi namanya sudah mati. Jadi jangan diam aja. Betul gk?? Hu….uh. Koq Cuma hu… uh    betul gitu dunk.. (Untuk seri ini gayanya kan sama dengan nol jadi seperti apa gayanya baca bag 2 nya ya)

Sebenarnya sih dalam Al-quran juga ada filosofi semacam ini jauh sebelum newton mengemukakan formulanya. Mungkin kita jarang kali ya membacanya. He kamu ketauan…. : ). Mulai hari ini dibaca ya biar jadi orang pintar yang beriman. Jadi dalam Al-quran disebutkan :

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS : Ar Ra’d  11)

Sekarang dah tambah jelas kan. Ya ntar kalo dijelaskan lagi jadi silau dunk (silau.. man….). Jadi sebenarnya filosofi ini hanya berkah dari Allah. Karena Rasul pun pernah bilang bahwa Hikmah adalah rahmat Allah yang tercecer, di manapun orang yang beriman menemukannya ia berhak untuk memilikinya. Jadi pada intinya Al-quran dan hadits Nabi SAW tetap filosofi yang utama. Sepakat….. tok…tok…tok…. (kayak sidang aja). Ya memang sidang karena serinya ini ada kelanjutannya tunggu ya kelanjutannya. Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 2)

This entry was posted in Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 1)

  1. Akmal Sang Newton..wkwkwk says:

    Mmmmhmm, iko baru faisal namonyo ko…Rancak tulisan antum akh…
    ana tunggu bagian duo nyo…Mabruk akhi…

  2. Fu Fu says:

    Mantap Sal

  3. EFALDURI says:

    Banyak kemajuan ma Sal. Saluuut………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s