Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 3 habis)

Hmm…ternyata memang susah untuk mulai menulis he..he.. ini buktinya gk tahu harus mulai dengan awalan seperti apa, padahal menulis itu banyak manfaatnya loo..seperti mengasah naluri berfikir kita (emang pisau.. he..he..), tulisan dapat menjadi sarana penyampaian ide, tulisan adalah bahasa yang paling lama bertahan, de..el..el (cari sendiri yah masih banyak koq). Makanya nulis yuk! Yuk…………..

Tuh….kan lari dari ide awalnya. Makanya kembali ke laptop…..(hukum Newton maksudnya ha..ha….)

Tulisan ini merupakan tulisan terakhir dari hukum newton walaupun sebenarnya newton juga banyak memformulasikan hasil tafakurnya terhadap kebesaran Sang Pencipta yakni Allah SWT.

Sebenarnya ketiga hukum ini beliau fokuskan tentang gerak secara umum, ya jadi kita hanya akan membahas tiga hukum ini. Untuk kedepan mungkin akan ada pembahasan lain lagi tapi dengan judul yang berbeda tentang hukum-hukum newton atau hukum-hukum yang lain oleh para penemu lainya (he….he….ini perlu diingat jangan sampai salah ya, kalau manusia itu hanya menemukan bukan menciptakan, jadi jangan merasa sombong kalau kita menemukan sesuatu yang bermanfaat, tapi bersyukurlah agar ia terus kekal).

Dalam hukum ketiganya ini newton memberikan defenisi yang lebih sederhana dari hukum keduanya. Beliau mengatakan bahwa gaya tunggal yang hanya melibatkan satu benda tak mungkin ada. Gaya hanya hadir jika sedikitnya ada dua benda yang berinteraksi. Pada interaksi gaya-gaya selalu berpasangan. Newton mendefenisikan hukum ketiganya ini dengan :

“untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah”

Atau secara matematis hukum ketiga Newton dinyatakan sebagai :

Faksi = – Freaksi­

Nah bagaimana ini bisa kita jadikan sebagai filosofi kehidupan  kita???

Hum……..sebenarnya sih kita hanya butuh perenungan saja dan kita pasti akan mendapatkan banyak sekali pelajarannya. Coba deh kita perhatikan inspirasi awal dari hukum ketiganya ini. Pertama gaya itu tak akan mungkin ada kalo hanya melibatkan satu benda saja atau satu sisi saja. Kedua gaya yang kita berikan akan memberikan balasan kepada kita sebesar gaya yang diberikan. Kalau kita coba fikirkan, kita hidup di dunia ini pasti ada tujuannya pertama sebagai khalifah di muka bumi yang kedua sebagai hamba Allah.

Posisi sebagai khalifah ini lebih dekat kepada bagaimana kita mampu  menjadi pemimpin yang tujuannya untuk memakmurkan bumi. Ini lah posisi yang sering kita sebut sebagai hablum minannas atau hubunga kita sesama manusia. Kalau kita pakai prinsip hukum newton ini, interaksi kita sesama manusia akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri kita. Sikap baik kita terhadap lingkungan akan memberikan respon yang baik juga yang besarnya sama atau bahkan lebih (faktor lebih ini dengan variabel yang berbeda. he…he.. ingat lagi hukum keduanya). Begitu juga sikap negatif kita yang akan memberikan balasan yang sama. Jadi jika hubungan kita baik dengan Alam ini terutama manusia maka tujuan kita sebagai khalifah akan tercapai. Coz kita sebagai khalifah (pemimpin) sudah mampu mewujudkan tujuan kita sebagai pemakmur bumi dengan aturan yang telah Allah gariskan.

Posisi sebagai hamba Allah, ini lebih dekat kepada bagaimana kita mampu menjadi hamba yang selalu taat kepada perintahnya dan menjauhi larangannya. Inilah posisi yang sering kita sebut sebagai hablum minallah atau hubungan kita kepada Allah. Kalau kita berhungan dengan Allah dengan diiringi niat yang ikhlas dan tuntunan Rasulullah, pasti Allah akan membalasnya sebesar amal yang kita lakukan dan bahkan lebih besar lagi. Begitu juga ketika kita melakukan dosa maka balasannya akan kita dapatkan juga. Hm…..kalau kita mau  membaca lagi buku-buka yang ada, akan banyak sekali kita dapati dalil-dalil tentang balasan-balasan ini. Berikut salah satu dalil dalam Al quran yang mungkin bisa kita tadaburi :

“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS al An’am : 160)

Ha….tul kan ternyata balasan memang selalu ada dan semua itu kembali kepada kita apakah ingin mendapatan balasan yang baik atau balasan yang buruk. (please decide ur choise) he…he….betul gk sih tulisannya, tapi yang penting jangan sampai salah ya.

Kalo mau kita terus berfikir lagi dengan lebih mendalam (Deep Thinking) sebenarnya banyak lagi filosofi kehidupan yang bisa kita gali lagi (he…he.. koq di gali ya ^_^) pada setiap fenomena alam ini atau lebih sering dikenal dengan tafakur alam (merenungi ayat-ayat kauniyah Allah) terlebih lagi merenungi ayat-ayat qauliyahnya yang terdapat di dalam al Quran. Yuk kembali berfikir lagi karena kepuasan kita terhadap ilmu yang kita miliki adalah awal dari kebodohan kita. Tul gk……???. Gk maukan jadi orang yang bodoh. Maka jadilah liqaumin yatafakarun (orang-orang yang berfikir) atau jadi generasi IQRA.

This entry was posted in Tafakur and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Filosofi kehidupan hukum fisika Newton (bag 3 habis)

  1. Sang Newton says:

    Agiah taruih akhi…tapi bilo alamat blog ko di publikasi seluas-luasnyo….?????

  2. zeee says:

    alhamdulillah…
    tulisannya banyak menginspirasi, apalagi kalau ngajar di STM
    ide bagus jika di publikasikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s