Suara Keadilan

Suatu ketika saya menerima keluhan seorang rekan dalam suatu organisasi. Beliau mengeluhkan adanya ketidakadilan dalam bagian kerja yang ia miliki. Ada hak-hak yang tidak ia dapatkan ataupun ada hal-hal tertentu yang begitu mudah didapatkan oleh atasannya yang sulit ia dapatkan, walaupun saya sendiri tidak mengetahui apakah itu adalah hak atasannya atau hak orang lain yang tidak pantas atasannya miliki. Kejadian ini pada akhirnya menjadikan ketidak harmonisan hubungan dalam lingkup kerja tersebut.

Kisah diatas mungkin sebagian kecil suara-suara yang bisa saya tuliskan atau mungkin juga anda alami walaupun sebenarnya masih banyak suara-suara ini bertebaran yang cukup mengkhawatirkan. Mengapa harus adil? Pertanyaan ini sangat prinsipil sekali karena dalam perjalanan sejarah ternyata tumbuh dan hancurnya suatu peradaban tidak pernah terlepas dari yang namanya keadilan.

Cukuplah mungkin bagi kita sejarah sebuah bangsa yang konon katanya ideologi yang di gunakan bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Hak milik pribadi menjadi hak Negara dan semuanya diatur oleh Negara. Pemahaman ini tidak lain bertujuan bagaimana kesejahteraan itu bisa dinikmati oleh setiap orang dan inilah yang dinamakan oleh mereka dengan keadilan. Namun uniknya ideologi ini tidak bertahan lama layaknya sebuah ideologi yang berpengaruh minimal dalam kurun waktu seratus tahun. Ia hanya bertahan untuk beberapa waktu seiring dengan berakhirnya usia pemimpinnya.

Masalah keadilan memang masalah yang sangat penting bahkan di Alquran sendiri banyak ayat yang menyuruh kita untuk berbuat adil. Salah satu ayat yang berbicara tentang keadilan adalah :

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Almaidah-8)

Kisah diatas sebenarnya masih membuat saya ragu untuk menilainya, karena saya takut berbuat tidak adil hanya menerima info dari satu pihak saja. Adil membuat saya masih bingung untuk menerapkannya dan terkadang kita selalu merasa sudah berbuat adil tapi dengan standarisai keadilan yang kita gunakan. Sering merasa benar dan merasa nikmat untuk menyalahkan orang lain dan sikap inipun menjadi kenikmatan tersendiri bagi diri kita.

Kita begitu mudahnya untuk menyalahkan orang lain atau harus menyalahkan seseorang lantaran kita tidak merasa senang dengannya. Padahal sikap ini tegas dilarang oleh Allah Swt seperti dalam surat Almaidah ayat 8 di atas. Begitu banyak penilaian, pilihan dan perbuatan yang kita lakukan tetapi tidak adil terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan kita. Sikap seperti ini jika selalu dipupuk maka yang terjadi adalah pembenaran terhadap segala prilaku dosa yang dilakukan dan kita akan kehilangan rasa sensitivitas terhadap dosa yang kita lakukan. Bahkan sikap ini berujung pada tindak kedzaliman yang merugikan dan berakhir pada kehancuran.

Sebegitu rumitnya keadilan mengharuskan kita mengerti apa itu keadilan, bagaimana merasakannya dan apa standarisasi yang kita gunakan. Keadilan adalah sikap dimana kita mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Tentunya dalam menempatkan itu kita menggunakan standar Syari’at yang Allah turunkan. Dan hal terakhir adalah bagaimana kita mampu merasakan dan menanyakannya kedalam hati nurani apakah kita merasa tenang dengan keputusan yang kita ambil itu atau tidak. Ingat hati tak akan pernah berbohong. Keep Justice

This entry was posted in Islam and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s