6 Amal yang patut dipertahankan

Sudah beberapa hari kita memasuki bulan syawal. Dan dengannya pula kita meninggalkan bulan ramadhan. Bulan yang sering diartikan sebagai bulan peningkatan. Namun evaluasi tetaplah menjadi barometer tingkat keberhasilan ramadhan kita. Banyaknya amal yang kita lakukan selama bulan ramadhan bukan berarti mengindikasikan ramadhan kita berhasil. Para sahabat rasulullah memberikan pelajaran lain menyikapi bulan ramadhan ini, ramadhan bagi mereka memberikan efek enam bulan setelahnya, dan enam bulan selanjutnya mereka persiapkan untuk menantikan ramadhan selanjutnya untuk amalan terbaik yang bisa mereka lakukan. Artinya dalam sepanjang tahun itu nilai-nilai ramadhan akan selalu terasa bagi mereka. Bagaimana dengan kita???

Evaluasi mungkin telah kita lakukan dengan seabrek amalan yaumi (baca : amalan harian) yang telah kita lakukan. Tapi akankah ia akan berakhir begitu saja, atau malah kita mengurai kembali kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita bina sebulan penuh selama bulan ramadhan, tentu tidak saudaraku!!! Betapa meruginya kita menghilangkan kebiasaan-kebiasaan itu, karena untuk memulainya kembali akan sangat sulit lagi. Selama evaluasi ternyata memang banyak peningkatan yang telah terjadi dalam amalan yaumi kita selama ramadhan, itu karena kita di iming-imingi oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda (InsyaAllah Pasti karena Allah maha menepati janji). Namun bagaimana dengan bulan yang lain yang pahalanya tidak sebesar ketika bulan ramadhan, sudah barang tentu semangat ibadah kita akan melemah karena dalam ramadhan pun ada beberapa target kita yang tidak tercapai.

Saudaraku!!! Perlu kiranya kita (temasuk ana pribadi) untuk mempertahankan amalan-amalan yang telah kita bina selama ini agar nilai-nilai ramadhan itu terus terasa di bulan-bulan yang lainnya. Ada beberapa amalan yang patut kita pertahankan untuk bulan-bulan selanjutnya :

  1. Berpuasa. Kita tahu bahwa puasa adalah satu-satunya amalan atau ibadah untuk Allah dan Allah akan memberikan pahala atasnya. Dan kita juga tahu bahwa Allah juga akan menyediakan satu pintu khusus untuk para ahli puasa yang disebut dengan Ar rayan. Dan kita juga tahu betapa banyak keutamaan-keutamaan yang bisa kita dapatkan dengan berpuasa. Untuk itu selagi masih dalam bulan syawal ini mari kita juga berpuasa 6 hari di bulan ini karena nilainya ketika kita telah berpuasa ramadhan sebulan penuh dan ditambah puasa 6 dibulan syawal maka pahalanya sama dengan puasa selama setahun penuh. Di luar bulan ramadhan ada banyak puasa-puasa sunnah lainya seperti puasa senin kamis, puasa arafah, puasa nisfu sya’ban dan lainnya yang seharusnya kita amalkan.
  2. Shalat berjama’ah. Amalan ini patut kita pertahankan bagaimana tidak?? Karakteristik ini telah kita bagun selama bulan ramadhan dan kita dengan begitu mudah unuk melaksanakannya. Shalat isya dan subuh berjama’ah yang menjadi salah satu indikator kemunafikan (artinya bagi yang tidak melaksanakan karena sangat berat didirikan) ternyata dibulan ramadhan begitu mudahnya kita lakukan. Apalagi shalat zuhur, ashar dan maghrib berjamaah tentu lebih mudah lagi. Apakah kita harus meninggalkannya lagi??
  3. Qiyamullail. Dimalam ramadhan sangat banyak sekali amalan yang bisa kita lakukan mulai tarawih, tahajud, baca alquran, berzikir, I’tikaf dan sebagainya padahal kalau dihitung-hitung kita mungkin lebih lelah selama ramadhan tapi kita mampu untuk melakukannya. Artinya dibulan lain yang relatif lebih stabil seharusnya kita mampu untuk qiyamullail minimal shalat tahaujud dan witir yang begitu banyak keutamaannya.
  4. Qir’atul qur’an (membaca Alqur’an). Banyaknya kita khatam Alqur’an selama ramadhan sebaiknya juga meberikan kita semangat untuk mengkhatamkan Alquran di luar ramadhan minimal sekali dalam sebulan seperi yang rasul kita anjurkan. Dan untuk keutamaannya mungkin kita semua sudah tahu.
  5. Menjaga kejujuran. Salah satu sifat yang dibina selama ramadhan adalah kejujuran walaupun banyak lagi sifat-sifat yang lain. Namun kejujuran mempunyai nilai lebih karena ia salah satu pembeda orang munafik yang kita tahu orang munafik itu sangat sulit sekali untuk diidentifiksi., dan kejujuran juga menjadi faktor penentu kebaikan seseorang atau kebangkitan suatu bangsa.
  6. Membiasakan bersedekah. Ramadhan memang unik ditengah tingkat konsumsi semakin menigkat (idealnya menurun) tapi tingkat bersedekah masyarakat semakin tinggi ini bisa dibuktikan dari hasil infak dan sadakah masjid dan mushala dimanapun. Bahkan lembaga-lembaga pengumpul infak, sadakah dan zakat menunjukan tren peningkatan jumlah infak yang di terima. Nah bagaima dengan bulan yang lain?? Bagi kita keyakinan akan pahala yang pasti akan Allah berikan seyogyanya membiasakan sifat ini. Untuk masalah keutamaan ada banyak buku bercerita tentang itu, seperti karangannya Ust yusuf mansur dan yang lainnya.

Saudaraku, 6 amalan diatas minimal bisa menjadi efek ramadhan 6 bulan kedepan bagi kita dan menjadi amalan persiapan 6 bulan berikutnya untuk menghadapi ramadhan selanjutnya jika Allah masih mengizinkan kita untuk bertemu dengan ramadhan selanjutnya.

Wallahu ‘alam bishawab.

This entry was posted in Islam and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s