Untuk ku dan anda semua

Begitu waspadanya sulaiman ketika ingin memberangkatkan pasukannya. Setiap satuan pasukan dia periksa dengan teliti. Sampai-sampai ia mampu mengenal seluruh anggota tentaranya. Padahal kita tahu betapa banyaknya jumlah bala tentara sulaiman yang tidak hanya kalangan manusia saja tapi seluruh jenis makhluk yang ada dimuka bumi ini. Bentuk kekuasaan yang tidak akan pernah lagi dikaruniakan oleh Rab semesta alam ini kepada manusia sesudahnya. Bentuk kekuasan yang mampu mengayomi seluruh jenis makhluk dimuka bumi ini dengan seizin tuhannya Allah SWT. Tapi sulaiman tatap sulaiman yang tidak akan mengingkari fitrah kemanusiaannya.
Ia adalah seorang khalifah yang Allah ciptakan ke muka bumi ini. Sifat ini mengajarkan ia secara sadar bahwa ia di ciptakan untuk memakmurkan bumi bukan untuk merusaknya. Sifat yang seharusnya mampu meeksploitasi setiap isi alam untuk kebaikan seluruh penghuni alam semesta ini. Bukan sifat keserakahan yang berujung pada kebakhilan dan ketamakan yang mengekspoitasi seluruh isi alam untuk kepentingan sendiri dan bahkan merusak tanpa memperhatikan efek negatif pada makhluk yang lain.
Ia adalah seorang imam dengan segala arti yang terkandung didalamnya. Imam seperti yang digambarkan seperti imamnya jama’ah shalat. Ia dipilih dengan segala kriteria yang terbaik dari jamaah yang ada. Ia dipilih dari kefasihan bacaannya, kepahaman terhadap agama dan menghormati orang yang lebih tua darinya. Ya begitulah kesempurnaan seorang imam yang ditunjuk walaupun tidak semuanya terpenuhi.
Tapi tahukah kita kesempurnaan itu bukan berarti tidak ada kesalahan yang tidak mempan dengan segala koreksi. Seorang imam pun ternyata perlu diingatkan mungkin karena bacaanya, kelupaan rakaatnya atau yang lainnnya. Begitu juga sulaiman yang dengan kekuasannya yang begitu besar tapi tetap arif dan dengan rahmah penuh senyuman melihat tingkat laku pemimpin semut yang memerintahkan anak buahnya menghindar agar tidak terinjak oleh tentara sulaiman. Sulaiman juga yang mau mendengarkan penjelasan hud-hud burung yang tidak hadir dalam apel militer karena ingin mendapatkan berita walaupun tanpa seizing tuannya. Tapi sulaiman begitu arif tidak asal menyalahkan sebelum ada keterangan yang jelas.
Ia adalah seorang Ra’in yang berasal dari kata Ra’a-yara-Ra’yan yang berarti pengembala. Mungkin inilah salah satu hikmah mengapa banyak para nabi pengembala. Yang dengan kemampuannya harus piawai mengembalakan binatang ternaknya. Ini bukan bermaksud merendahkan manusia tapi begitu tabiatnya. Seorang pengembala diminta pertanggung jawabannya terhadap gembalaannya. Begitu juga pemimpin, hal terbesar yang harus menjadi perhatiannya adalah bagaimana ia mampu memberikan tanggung jawab terhadap rakyatnya. Ia bukan sekedar penguasa yang dengan seenaknya menguasai apa yang ada di bawahnya, ia juga bukan pemerintah yang dengan kekuasaanya hanya mampu memerintah tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap orang yang diperintahakannya. Begitu juga sulaiman bayangkan ia merasa bertanggung jawab terhadap kehilangan salah satu tentaranya yaitu burung hud-hud.
Wahai diri begitulah nabi kita mengajarkan tidakkah kita memahaminya???

This entry was posted in Islam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Untuk ku dan anda semua

  1. udin says:

    Tambah artikelnyo lai da….:)

  2. udin says:

    alah..uda macam dak kenal jo ma..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s