Politisi

Pemahaman yang benar tentang islam tidak akan menjauhkan kita dari politik. Dan menjadi suatu keyakinan bagi kita bahwa politik hanyalah satu dari sekian banyak Kesyumulan islam seperti yang diungkapkan oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna pada prinsip pertama dari Al-fahmu yang beliau terangkan tentang Syumuliatul Islam.

“ Islam adalah system yang syamil (menyeluruh) mencakup seluruh aspek kehidupan. Ia adalah Negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, serta pasukan dan pemikiran. Sebagaimana ia juga aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih”

Kesyumulan ini tak perlu diragukan lagi bagi umat islam terlebih oleh para aktivis da’wah yang tertabiyah dengan manhaj islam yang murni. Yang menjadi persoalan adalah kesiapan dari aktivisnya untuk beramal islami di ranah ini, siap atau tidak siap maka jawabannya sudah jelas bahwa seorang kader tarbiyah sudah dipersiapkan untuk itu. Terlepas selama ini pernah berkecimpung atau tidak di ranah ini bukan lagi jadi persoalan apalagi ketika amanah itu sudah dipikulkan. Dan pernyataan “karena saya tidak pernah berkecimpung di ranah ini dan menjadi suatu alasan untuk ketidakberdayaan” adalah wujud pelemahan pada diri mereka sendiri. Hendaknya yang ada ketika amanah ini sudah dipikulkan adalah bekerja dengan semaksimal dan seoptimal mungkin. Tidak ada lagi kata menyerah, melemah atau ketidakmampuan, yang ada hanyalah ketika layar ini sudah terkembang dan sauh sudah diangkat maka kapal mesti dilayarkan, dan mesti dibawa sampai tujuan. Ombak dan badai hanyalah sebuah tantangan kedewasaan. Putaran angin bukanlah menjadi persoalan, cuaca buruk apalagi ia hanyalah bait-bait puisi yang mesti ditorehkan. Takkan ia menyalahkan angin atau cuaca karena ia adalah sunnatullah yang mesti dihadapi. Kita hanya mesti berpegang pada peta, GPS atau kompas yang ada dan mengarahkan bahtera ini berlayar sampai tujuan. Inilah ikhtiar kita selebihnya kita serahkan kepada pemilik penguasa Alam raya ini Allah rabbul ‘alamin.

Kita ini adalah kader da’wah, yang bisa ditempatkan dimana saja, bisa tumbuh dan berkembang dan itu semua karena kita adalah seorang pembelajar sejati. Tinggal bagaimana mempercepat langkah dan kalau perlu berlari untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kapasitas diri. Dan dimanapun kita ditempatkan maka sesungguhnya itu adalah sarana bagi kita untuk belajar dan beramal, di mana tempat itu tak akan bisa diulangi lagi karena bisa jadi setelah ini akan ada generasi yang lebih baik yang akan menggantikan kita atau kalau tidak minimal waktu dan fasenya sudah berbeda. Maka ingatlah setiap marhalah itu ada rijalnya dan setiap marhalah itu ada permasalahannya dan sekarang marhalah itu ada di masa kita maka bersiaplah menjadi rijalnya.

Sebagai penutup sebuah ungkapan dari Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan :

“Sesungguhnya Muslim tidak akan sempurna keislamannya kecuali jika ia politisi; pandangannya jauh ke depan terhadap permasalahan umatnya, memperhatikan dan menginginkan kebaikannya. Meskipun demikian, dapat juga saya katakan bahwa pernyataan ini tidak dinyatakan oleh Islam. Setiap organisasi Islam hendaknya menyatakan dalam program-programnya bahwa ia memberikan perhatian kepada persoalan politik umatnya. Jika tidak demikian, maka ia sendiri yang butuh untuk memahami makna Islam”

Sebuah pernyataan yang mesti dipahami dengan baik jangan sampai ada orang-orang yang ingin mempolitisirnya, karena ketidakmapuan mereka dalam memahami maksud hati sang imam.

Dan firman dari Allah SWT penguasa alam raya :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (AT-Taubah:111)

#Kader da’wah mesti bisa

sumber gambar : http://kammipolinema.blogspot.com/2010/11/definisi-politik.html

This entry was posted in Curhat, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Politisi

  1. terdampar di blog luar biasa ini…
    sepakat!!! semoga semakin banyak yang mengetahui kesempurnaan dan universalitas Islam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s