Ramadhan beda #2 Mengatasi masalah jadi masalah

Sesaat setelah banjir bandang menerjang kota padang, membuat lembaga-lembaga sosial mencoba untuk meringankan beban masalah yang menimpa masyarakat pauh. Posko-posko dibangun, rekening untuk donasi pun sudah mulai disebarkan baik via sms atau pun via jejaring sosial. Semuanya peduli karena begitulah karakter kemanusiaan kita yang menyeret naluri ikut merasakan hal yang sama. Semuanya ikut terlibat baik dari unsur pemerintah, swasta atau organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Tak pelak lagi sepanjang jalan menuju lokasi bencana para relawan sudah mulai mengulurkan kotak-kotak bantuannya kepada pengguna jalan. Memang intensitas pengguna jalan menuju lokasi semakin bertambah walau tidak begitu jelas maksud dari mereka. Namun kita berharap semuanya adalah wujud kepedulian yang bisa menggerakan hati untuk memberikan bantuan walau ada juga yang menjadikan ini “maaf” wisata bencana (begitu katanya).

Peduli tentu, namun dengan cara yang ogah-ogahan tentu akan menjadi masalah, apalagi hanya untuk show force memperlihatkan perlengkapan yang ada. Mungkin ini yang bisa saya tangkap ketika ingin mengujungi lokasi walau tidak sampai ke lokasi yang cukup parah mengingat padatnya lokasi bencana. Dua unit tim rescue mobil plat merah dengan ogah-ogahan mencoba untuk meninggalkan lokasi lengkap dengan sirinenya. Padahal sepanjang jalan banyak para relawan yang sedang menggalang dana dan kendaraan lain yang melintas. Tidak jelas apa tujuan mereka untuk terus menyelip mobil-mobil di depannya, yang jelas 2 unit mobil ini tidak sedang membawa korban. Aksi ogah-ogahan ini ternyata membuat puluhan pasang mata terpana dan hati menjadi tersentak. Salah satu unit mobil ini menabrak mobil lain dan membuat dua relawan mahasiswa terjatuh menghindari tabrakan. Mobil ini rusak berat, radiatornya pecah melihat rembesan air panas yang keluar dari mesinnya belum lagi mobil yang ditabrak, kacanya pecah dan bagian belakang rengsek kedepan. Hm.. sedih rasanya, isi mobil bukan korban yang perlu dibantu tapi pegawai yang hanya melihat kejadian….kalau begini jadinya bukan mengatasi masalah eh malah menjadi masalah…😦

 

 

 

This entry was posted in Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s