Ramadhan beda #3 Ikatlah dengan menuliskannya

Sudah beberapa kali tarawih berjalan. Berharap semangatnya masih sama ketika di awal-awal dan akan terus berlanjut hingga akhir ramadhan atau bahkan diluar ramadhan. Semangat memakmurkan masjid dan mensyiarkan nilai-nilai islam tentunya. Ramadhan tahun ini tentu beda dengan tahun-tahun sebelumnya, semangatnya, targetan amalnya, atau hal-hal lain yang mesti harus beda. Walau sudah beberapa malam saya lewati, namun ketika melihat anak-anak dikomplek perumahan terutama seorang anak dengan baju bola gonzaleznya yang bernomor 9 mengingatkan saya akan satu aktivitas yang masih sama ketika di masa-masa sekolahan dulu. ya menjadi juru tulis…satu tugas yang diberikan guru di sekolah untuk mencatat isi ceramah para ustadz setiap malamnya. Dalam buku yang sudah ada panduannya akan ada kolom-kolom ceramah tarawih, jum’at dan amalan shalat maupun puasa. Sayangnya kebiasaan mencatat ini ternyata hanya tertinggal ketika masih sekolahan.. (termasuk saya kali) he..he… Mungkin ada beberapa yang sekarang masih mengamalkannya ketika sudah pulang dari masjid baru mulai mencatatnya atau menggunakan teknologi sekarang seperti HP. Tapi yang jelas, kebiasaan mencatat atau menuliskan sesuatu yang baru kita dapatkan, akan membantu kita untuk mengingatnya, karena keterbatasan kita mengingat dalam waktu singkat. Untuk isi ceramah mungkin ada beberapa hal yang diulang atau yang baru tapi kayaknya tidak ada salahnya untuk mendengarkan kembali pasti ada yang beda minimal ustadz-nya😀. Satu pepatah minang yang menarik bagi kita adalah “pasai jalan dek batampuah, hapa kaji dek di ulang “. Apalagi dengan kecanggihan teknologi sekarang, apa yang disampaikan oleh sang ustadz sudah bisa kita dapatkan dalam waktu cepat melalui media internet. Namun kebiasaan mencatat bukan sekedar untuk mendapatkan informasi tapi bagaimana informasi itu terekam kuat dalam ingatan kita karena adanya aktivitas fisik yang membantu kita selama mendengarkan informasi. Selain itu mencatat akan membuat rekam jejak menjadi bertahan lebih lama walau kita sudah meninggal dunia, yang suatu saat masih bisa diambil manfaatnya oleh orang lain misal seperti yang tercantum di klik ini😀.

Ada satu kata-kata bijak lagi yang bisa kita ambil manfaatnya, walau ada yang mengatakan ini dari Rasulullah dengan redaksi berbeda, atau dari anas bin malik atau ali bin abi thalib :

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”

Tapi yang jelas menulis atau mencatat satu aktivitas menarik..😀

Pasai jalan dek batampuah, hapa kaji dek di ulang = jenuh (tidak tahu arti kata yang pas dalam bahasa indonesianya) jalan karena di tempuh, hafal pelajaran (kajian kali ya :S) karena di ulang.

#Menasehati diri sendiri

 

 

 

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ramadhan beda #3 Ikatlah dengan menuliskannya

  1. Kalau kata pak ustad, mencatat itu adalah salah satu manifestasi dalam mengamalkan ayat al Qur’an Alladzii ‘allama bil qalam…. Dengan demikian, kita mencatat supaya ilmu menjadi terikat, sekaligus juga mengamalkan ayat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s