Ramadhan beda #4 Kena dampak

Peristiwa banjir bandang di kota padang tetap menjadi sesuatu yang menarik untuk dibicarakan dan diselesaikan. Maklum sampai hari ini siaga bencana tetap berlaku mengingat masih banyaknya bekas-bekas terjangan banjir yang belum terselesaikan. Sudah beberapa kali ke lokasi kejadian namun baru kemarin (ahad 29 juli 2012) bisa ikut bergabung dengan para relawan. Sedih tentu! melihat rumah-rumah di penuhi oleh material sungai, masjid yang tinggal setengah, jembatan yang putus dan jalan yang yang ikut berlobang. Kejadian memang jauh dari lokasi perumahan  saya. Tapi tak disangka ternyata dampaknya tidak hanya di rasakan oleh korban yang langsung diterjang banjir tapi orang yang jauh dari lokasi benjana pun ikut merasakan. Hm…nampaknya inilah keadilan agar kemanusian kita ikut terseret untuk merasakan bagaimana sedihnya ketika mendapatkan musibah walau sebenarnya ini adalah suatu ketetapan yang sudah tertulis dalam lauh mahfuz. Beberapa warga kota padang mungkin ada yang kehilangan air bersih beberapa hari karena matinya air PDAM akibat rusaknya sebagian peralatan yang ada. Yang menggunakan sumur mengira air takkan hilang tapi ternyata salah, sumur juga mengalami penyusutan bahkan sampai kering, contohnya di rumah saya. Di mushala Al-ikhlas di dekat perumahan saya tidak tahu pasti apakah karena kerusakan pompa atau tidak juga mengalami kekeringan sehingga air untuk berwudhu tidak ada. Tetangga sebelah rumah terpaksa harus menambah beberapa pipa lagi untuk menjangkau air dalam sumur. Beberapa hari harus mengalami kekeringan ternyata sulit juga apalagi kalau kita membayangkan para korban bencana. Tapi tetap bersyukur dan mesti ikhlas (inspirasi mushalla🙂 ), karena masih ada harapan seperti yang disampaikan ust rahmat abdullah dalam film sang murabbi “Kalau uang udah habis, minta aja lagi sama Alloh. Kalau uang udah mau abis.. itu berarti rejeki udah mau dateng lagi. Kayak sumur aja, kalau sumur kering, berarti ujan udah mau dateng”. Alhamdulillah ternyata benar teriknya mentari ahad itu mengundang hujan menjelang berbuka..😀 dan penatpun menjadi hilang dengan segelas air putih..🙂

#Hadapi dengan senyuman

 

 

 

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Ramadhan beda #4 Kena dampak

  1. rangtalu says:

    di mushalla ambo lai berlimpah air nyo pak ustadz.. ber wudhu lah kesitu🙂

  2. Pingback: Ramadhan beda #6 Mimpi Depan Talam jilid 2 | . : Hamasah : .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s