Ramadhan beda #5 Cukup dengan sehelai triplek

Kata ust, ramadhan itu bulan perjuangan, bulan kepeloporan, bulan banyak kemenangan di raih dan nama2 lain dari menariknya bulan ramadhan. Letih, lesu, lemah, malas dan segala penyakit lainnya tentu akan segera hinggap walau pada kenyataannya pada bulan-bulan lain penyakit ini juga sudah ada. Beramal dengan semaksimal dan seoptimal mungkin, dengan senantiasa mengharapkan balasan terbaik dari Allah adalah suatu keharusan walau terkadang godaan di atas datang menghampiri termasuk dalam mencari nafkah. Dengan kondisi tubuh yang tidak diasupi makanan dan minuman disiang harinya ketika bekerja tentu beda ketika bisa menikamati makanan atau minuman. Rasa penat menjadi 2 kali lipat, air putih di siang haripun kelihatan begitu nikmat dan dimana pun tempat yang ada menjadi begitu menggoda untuk membaringkan badan sejenak menghilangkan kepenatan badan ini. Sehingga tak perlu cari jauh-jauh cukup dengan sehelai triplek maka kenikmatan tidur yang menjadi ibadah bagi orang berpuasapun dapat dinikmati. Saya tahu pekerjaannya begitu berat dan saya pun belum tentu bisa melakukannya. Tapi begitulah menjadi “tukang” profesi yang harus di jalani bapak ini, pekerjaan yang sekali lagi saya katakan sangat berat, terbayang bagi saya ketika harus mengaduk semen dan pasir atau mendorong gerobak berisi tanah seperti yang pernah saya lakukan. Namun hidup harus tetap berlanjut seperti orang minang bilang “dak manggarik, dak makan” walau hidup bukan untuk makan. Tapi konsekuensi kehidupan adalah harus memenuhi kebutuhan jasmani dan ruhani dan Allah SWT pun mencintai kedua tangan orang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari pada meminta-minta sebagaimana dalam kisah nya :

Rasulullah SAW sangat cinta pada orang-orang yang giat bekerja. Suatu ketika beliau SAW
berjabat tangan dengan Sa’ad bin Mu’adz ra. Beliau menyentuh permukaan tangan
Sa’ad kasar dan bertanya sebabnya. Mu’adz menjawab kalau ia biasa bekerja keras menafkahi keluarganya. RosullullahSAW kontan berujar, “ Ini dua tangan yang di cintai Allah SWT “

Saya juga yakin masih ada cita dalam diri bapak ini seperti cita kami dahulu ketika mengungkapkannya dalam: Mimpi Depan Talam

dak manggarik, dak makan = tidak bergerak, tidak makan

# Menasehati diri sendiri

# Fotonya menginspirasi banget pak mudah2an dapat pahala yang banyak.. Aamiin😀

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ramadhan beda #5 Cukup dengan sehelai triplek

  1. Zico Alviandri says:

    Subhanallah.. sedangkan yang lain ada yang masih kesulitan tidur walau berbaring di kasur yang sangat empuk, karena urusan dunia menggentayanginya. Hidup ini unik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s