Ramadhan beda #6 Mimpi depan talam jilid 2

Selalu ada yang beda dan selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. Sepertinya tulisan ini menjadi sekuel dari Mimpi depan talam sebelumnya. Alhamdulillah, mungkin ini salah satu hikmah dari Kena Dampak yang didapatkan, karena bisa jadi ini yang terakhir atau masih  ada waktu, namun dengan nuansa yang berbeda. Yang pasti Mimpinya beda, pelakunya beda, waktunya pasti beda, namun ada nuansa yang sama. Kalau dulu susananya berbuka puasa ‘Asyura tanggal 10 Muharam 1433 H namun sekarang buka puasa Ramadhan tepatnya 10 Ramadhan 1433 H. Apakah tanggal yang sama menunjukan kebetulan tampaknya tulisan “kebetulan dari Adrian Fetriskha, SH menjadi jawabannya”.

Menjelang berbuka, kami berenam sebut saja Aldino Desra, Muhammad Faisal Al-Mandawiy, Budi Candra Al-Muarowiy, Dedet Al-Muarowiy, Syaiful Amran dan Dino kecil berbincang-bincang ringan. Alhamdulillah sepaket perbukaan sudah kami beli, 6 es rumput buatan pak syukur (Rahmat Firdaus) dan beberapa potong tahu isi. Nikmat terasa ketika air membasahi kerongkongan dan beberapa potong tahu sebagai menu pembuka buka puasa kami. Candaan terus saja mengalir pada momen-momen itu karena inilah salah satu kebahagiaan dari 2 kebahagiaan bagi orang yang berpuasa yang kami dapatkan.

Tak perlu berlama-lama, kami segera ke mushala kecil kami, Mushalla Nurul Islam tempat saya dahulu menjadi panitia pesantren ramadhan walau sekarang tidak bisa lagi. Panggilan sang Mu’azhin (Budi candra) ikut memberikan nuansa indah komplek perkampungan kami dengan hamparan sawah yang sudah di sabit dan suara percikan air sungai yang sebagiannya bermuara ke batang kuranji. Shalat sudah selesai dan kini saatnya makan makanan berat kata orang dan inilah momen munculnya mimpi-mimpi itu. Saya juga heran kenapa ketika makan mimpi-mimpi itu muncul, sama seperti para pengusaha yang kesepakatan bisnis mereka tersepakati ketika dimeja makan atau para penguasa koruptor yang kesepakatan mereka terkabul ketika di restoran.

Mimpinya tidak lagi sama seperti sekuel sebelumnya, kalau dahulu ajo din (begitu kami memanggil Aldino desra) memiliki mimpi dan cita “ mencari sesuap nasi dan sebongkah emas plus demi kau dan si buah hati” kini tidak lagi. Karena mimpi itu tidak perlu diungkapkan lagi tinggal di jalani prosesnya dan menjemput takdir yang sudah di tetapkan. Ramadhan ini beda maka mimpinya juga beda dan semuanya terungkap ketika pertanyaan apakah saya datang ketika pertemuan dengan salah seorang syeikh dari palestina yang datang ke padang. Maka jawaban saya “tentu”, rugi kalau saya tidak datang. Karena disanalah saya mendapatkan kabar saudara-saudara saya secara langsung dari sumbernya, yang kini sedang berjuang mengambil tanah mereka yang di rampas oleh zionis israel, mendengar semangat mereka, mendapatkan salam mereka dan tentu ikut membantu dengan doa, harta dan menyebarkan informasi tentang palestina dan dunia islam yang lainnya.

Walau pertemuan itu diisi oleh sumber yang berbeda seperti yang diikuti oleh ajo din tapi di sanalah mimpinya. Saudara-saudara kita di palestina sekarang yang sedang di blokade oleh zionis namun masih bisa tetap bertahan karena ada pertolongan Allah SWT dan usaha mereka yang salah satunya dengan membuat terowongan menuju mesir. Mereka ingin kita bisa ke palestina masuk terowongan itu dan shalat minimal 2 rakaat di masjid Al-Alqsa, negri para nabi, negri yang diberkahi dan kiblat pertama umat islam. Kalau mereka saja memiliki cita agar kita bisa kesana bagaimana dengan kita? Apakah tidak ada mimpi atau niat kita mewujudkan mimpi-mimpi ini? Berdoalah….mudah-mudahan ramadhan kali ini doa kita di kabulkan Allah untuk bisa shalat di masjid Al-Aqsa dan masuk terowongan itu.

Aaminn ya rabbal ‘alamin…

# Setalam ber-Enam

This entry was posted in Tak Berkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ramadhan beda #6 Mimpi depan talam jilid 2

  1. – Ajodin curang, masak potonya dalam pose sadar kamera…
    – Sebenarnya setalam bertujuh masih bisa tu mah😥
    – Info: Rumput Laut Pak Syukur lumayan, apalagi yg gratisannya…

    • Al-Mandawiy says:

      -biasolah yori….lagi narsis-narsis nya…he..he..😀
      -datanglah bro…nan kapatang antum lai berencana mah antum jadi nan katujuahnyo he..he..🙂
      -kalau dak ingin gratisan caranya mudah…bawa uang pas. satu porsi tiga ribu trus kalikan berapa yang kita beli..latakan se dimejanyo…begitulah kami melakukannya🙂..pemberdayaan umat dan unsur pemanfaatan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s