Ramadhan beda#11 Pesan rembulan

Hanya sebuah monolog, andai dia bisa ngomong mungkin ia akan berbisik, namun ia hanya diam dan aku hanya bisa menduga :

Pesan Rembulan

Wahai manusia, mungkin ini satu cara untuk berkata

Berharap kalian bisa menangkap banyak makna

Dalam diam aku mencoba menyampaikan apa yang ada

Sebagai bentuk ungkapan cinta, Karena kita adalah sama, ciptaan sang pencipta

 

Wahai manusia, aku begitu bersyukur

Karena aku kalian menjadi terhibur

Purnamaku menjadi ungkapan kalian untuk bertutur

Seperti ungkapan “wajah mu bagai purnama dimalam gelap bintang yang bertabur”

 

Wahai manusia, aku harap kalian tidak tertipu

Purnamaku hanya sebuah keindahan semu

Andai kalian bisa lebih mendekat kepadaku

Kalian tak akan mendapatkan keindahan seperti kalian melihat jauh dariku

 

Wahai manusia, meski demikian aku tetap bersyukur

Tidak seperti kalian yang kebanyakan kufur

Padahal kalian diciptakan sangat sempurna oleh zat memiliki sifat Asy Syakur

Maka aku sampaikan pesan Rabb kita“maka mengapakah kamu tidak bersyukur?”

 

Wahai manusia, tidak banyak dari kalian yang tahu

Bahwa hanya sebagian dari diriku yang bisa kalian lihat sepanjang waktu

Tapi sebagian itu tidak pernah merasa cemburu

Tidak seperti kalian yang beramal ingin dilihat selalu

 

Wahai manusia, aku senantiasa mengitari orbitku

Sebagai pembantu bagi kalian untuk menentukan waktu

Aku begitu taat, tidak seperti kalian yang suka menggerutu

Maka aku sampaikan pesan Rabb kita “maka tidakkah kamu memikirkan itu?”

 

Wahai manusia, terkadang aku menjadi sedih

Melihat kalian menentukan waktuku yang berselisih

Padahal kalian berada dalam satu kawasan dengan pemerintahan terpilih

Namun ego diantara kalian membuat sebagian menjadi tersisih

 

Wahai manusia, banyak hal yang ingin aku ungkap

Tapi berharap kalian bisa memikirkannya dengan penuh semangat

Karena aku tahu kalian adalah orang-orang hebat

Namun aku hanya menyampaikan pesan Rabb kita “tanda-tanda itu bagi para ulul albab”

 

Dan terakhir aku mengingatkan untuk kalian pesan Rabb kita “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s