BUAYA


Bila telah kenyang memakan mangsa yang menjadi rezki dan haknya, buaya pasti berenang mengapung di permukaan air. Mulutnya menganga terbuka. Datanglah burung-burung hinggap di gigi dan taring-taring buaya yang tajam. Dengan paruhnya, si burung membersihkan sisa-sisa makanan di gigi dan taring buaya. Sehingga bersih dan tidak menyebabkan kuman dan bakteri. Sang buaya pun tak pernah melarang burung tersebut bekerja, apalagi memangsanya.

Kita manusia (muslim), bila tidak mampu memperbaiki, minimal menerima untuk diperbaiki. Bila tak mampu mengajak yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, minimal menerima yang ma’ruf dan berhenti dari yang mungkar. Jika tak mampu menjadi khatib, penceramah dan guru kebaikan, minimal menjadi jamaah, pendengar dan murid kebaikan. Dan jangan pernah menjadi penghalang dan penghadang kebaikan.

Tausyiah : Ust Irsyad Syafar
Sumber Gambar : Disini
This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s