KELEDAI


Berjalan di malam yang gelap, takkan tersesat menuju rumah pemiliknya. Bila dia telah menempuh satu jalan, maka dia tidak akan tersesat dari jalan itu walaupun sendirian tak ada penunjuk jalan. Walaupun dianggap sebagai simbol “ketololan’, tapi dia bisa membedakan antara suara yang menyuruh berjalan dan suara yang menyuruh berhenti.

Wahai yang tersesat jalan menuju sorga setelah lama menempuhnya…
Wahai yang tak mampu membedakan suara penyeru ke sorga dan suara penyeru ke neraka…
Engkau takkan sampai ke derjat keledai jika engkau tak mau mengerti dan tak mau berusaha menempuh jalan kebenaran…

Tausyiah Ust Irsyad Syafar

Sumber Gambar : Disini

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s