ONTA TUNGGANGAN


Mahal harganya, susah mencarinya, sabar dengan perjalanan panjang dan kuat dalam memikul beban. Karena itu, dia layak dihiasi, dihormati dan dibanggakan. Dia tak akan disembelih. Tetap ditunggangi sampai ajal menjempunya.

Sedangkan onta-onta lain yang begitu banyak, tak bisa ditunggangi, tak sabar dengan perjalanan panjang dan tak kuat memikul beban. Harganya murah, dia makan untuk di makan, dirawat dan dibersihkan untuk disemblih. Puncak kehormatannya adalah ketika pisau tajam diletakkan di lehernya.

Seorang muslim sejati mesti seperti onta tunggangan. Mampu memikul beban, sabar menempuh perjalanan dan mulia sampai akhir hidupnya. Jangan sekali-kali lebih buruk dari onta murahan, hanya bisa makan, tetapi tak punya kontribusi kebaikan.

Tausyiah Ust Irsyad Syafar
Sumber Gambar Disini
This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to ONTA TUNGGANGAN

  1. allagundra says:

    hmmmmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s