Aku berhenti saja

Aku mulai benci dengan semua ini. Ingin ku berhenti saja dan meninggalkannya. Ah tarbiyah kau terlalu banyak meminta padaku. Setelah kupikir ulang kau tak banyak membantu keberhasilanku malah banyak menyita potensi ku. Kalaupun ada yang mengatakan banyak yang berhasil karenamu maka akan ku katakan keberhasilan itu bukan karena kau satu-satunya jalan. Tarbiyah ku pikir bukan PKS, bukan HTI, bukan salafy atau yang lainnya yang penting bagiku bagaimana sesuatu itu menunjang keberhasilanku. Tarbiyah aku ingin berhenti saja!!

Tarbiyah terlalu banyak alasan untuk membuatku berhenti. Tiap pekan kau meminta waktu ku 2 jam an untuk menghadiri pertemuan dengan mu. Terlalu mubazir buatku 2 jam an waktu itu untuk menemui mu karena tak akan menunjang kuliah ku, karir ku, cita-cita ku dan impian ku. Alangkah baiknya kugunakan saja untuk membaca buku di rumah, diskusi dengan teman2, menonton tv menikmati hidup sejenak melepas penat-penat aktivitasku di siang hari.

Tarbiyah kau sering memintaku untuk meningkatkan dan melaporkan amalan yaumiku, padahal apa urusan mu dengan amalan yaumiku. Biarkan malaikat saja yang menuliskan dan melaporkannya ke tuhanku dan itu akan menghindariku dari ria dan menjaga keihklasanku. Ah tarbiyah, kau hanya bisa menanyakan duha ku bagaimana, qiyamullail ku bagaimana, tilawah ku bagaimana, shalat jama’ah ku bagaimana dan seabrek amalan lain yang ku pikir dengan targetan itu hanya memberatkanku dan alangkah baiknya aku mengerjakannya dengan seikhlasnya saja. Belum lagi ketika ramadhan malah kau banyak menuntutku untuk memperbanyak ibadah, apakah kau tidak tahu ramadhan itu bulan puasa, tidak makan, tidak minum dan sedikit tidur, lelah tau!!

Tarbiyah aku sadar, aku salah tempat selama ini. Kau yang disebut-sebut sebagai wadah untuk meningkatkan wawasan keislamanan ku ternyata tidak membuatku paham dengan masalah fiqih, aku tidak paham dengan masalah syariat. Dan aku sedari awal sudah tau karena pembinaku telah mengingatkan ku tentang ini. Makanya aku ingin keluar saja!! mengapa aku harus dibina oleh orang yang tamatan Ekonomi, Peternakan, Pertanian, MIPA dan ilmu umum lainnya.

Tarbiyah kau juga meminta ku ikut bumi perkemahan (mukhayam). Kau agendakan ini sekali setahun untuk para anggotamu. Kau bilang ini untuk melatih jasadiyah ku, tapi yang kurasakan ini lebih banyak menyiksa ku. Bumi perkemahan yang ku harap sebagai tempat untuk menikmati alam, tapi apa yang kudapatkan, aku disuruh  push up, aku di suruh sit up, aku disuruh merayap, aku harus long marc dan aktivitas lainnya yang menyiksaku dan akhirnya apa???aku hanya mendapatkan penat2 yang berat bukan suatu nikmat.

Dilain waktu kau juga memintaku untuk ikut mukhayam quran. Aku, kau minta untuk menghafal alquran, memperbanyak tilawah minimal 1 juz perhari, mentadaburinya, mengamalkannya, emangnya apa untungnya bagimu menyuruhku untuk itu. Disana aku hanya membaca quran, menghafalnya, memuraja’ah nya dan mendengarkan materi dari ustadz. Ah suatu kegiatan yang cukup melelehkan bagi ku.

Tarbiyah kau juga memintaku untuk berda’wah. Mengajak orang lain ikut memahami nilai-nilai keislaman, menjalankan islam dengan baik dan mengajak orang lain untuk ikut menjadi bagian penyerunya. Kau pinta juga aku untuk membina orang-orang yang bisa ku bina. Pekerjaan yang melelahkan bagiku tentunya. Memikirkan orang lain??ah diri saja belum ada apa-apanya. Lebih baik tidak sekarang ntar saja kalau sudah kaya, sudah jadi ulama, sudah jadi orang besar atau sudah jadi pemimpin.

Tarbiyah kau juga tidak membuatku menjadi tokoh besar. Kau tidak bisa membuatku seperti Hatta, Natsir, Hamka, Agus salim, Soekarno, adam malik dan tokoh besar lainnya. Banyak koq yang berhasil tanpa diri mu dan bahkan mereka tidak mengenal tarbiyah, ada bill gates, steve jobs, mark zuckerback dan yang lainnya. Ngapaian aku harus mengikuti mu kalau ternyata mereka yang tidak kenal tarbiyah pun bisa menjadi orang sukses, orang besar, orang berpengaruh dan memiliki kekayaan yang luar biasa dan itu yang ku inginkan.

Tarbiyah masih banyak alasan yang ingin ku tuliskan untuk membuat ku berhenti mengikutimu. Maka sekali lagi aku katakan aku ingin berhenti TARBIYAH!!!…(BERSAMBUNG) Baca sambungannya Di Sini

sumber gambar : Disini

This entry was posted in Islam, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Aku berhenti saja

  1. Aadrean says:

    Mancing komen ni ye….

  2. izzul047 says:

    dahsyat da fs mah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s