Jalan Cinta Para Pejuang

Jalan cinta para pejuang

Di sana, ada cita dan tujuan

Yang membuatmu menatap jauh ke depan

Di kala malam begitu pekat

Dan mata sebaiknya dipejam saja

Cintamu masih lincah melesat

Jauh melampaui ruang dan masa

Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

Lalu di sepertiga malam terakhir

Engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu

Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai

Dengan cita yang besar, tinggi, dan bening

Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja

Dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali

Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang

Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,

Menyeru pada iman

Walau duri merantaskan kaki,

Walau kerikil mencacah telapak

Sampai engkau lelah, sampai engkau payah

Sampai keringat dan darah tumpah

Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum

Di jalan cinta para pejuang

Begitu tulisan sampul belakang dari buku Jalan Cinta Para Pejuang Karangan Salim A. Fillah. Buku yang kemarin saya dapatkan dari adik-adik pengurus FSI FMIPA UNAND Periode 2012-2013 dalam acara upgrading Pengurus, Panitia Istana 2012 dan BMF (Barisan Muda FSI) sebagai kenang-kenangan. Meskipun undangannya terkesan mendadak (satu jam sebelum acara) karena seminggu sebelumnya hanya sebuah pemberitahuan saja, namun saya mengusahakan untuk hadir. Bingung juga karena paginya mesti berbagi dengan teman2 UKK UNP di Lubuak Minturun. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan dan juga kebingungan apa yang mesti disampaikan karena tidak ada persiapan. Lihat2 pustaka masjid ternyata ada majalah Al-izzah yang versi copian (he…he…hitam putih) kalau sekarang sudah ada versi onlinenya gratis lagi. Buka-buka lembarannya ternyata saya tertarik pada satu tema besarnya “Reboisasi Iman”. Hm..sepertinya ini menarik untuk saya sampaikan walau kupasannya tidak terlalu mendalam (lebih lengkapnya baca lagi ya majalahnya).

Beberapa menit menyampaikan isi majalah dengan sedikit tambahan pengetahuan dari buku2yang lain, akhirnya sampai juga pada sesi diskusi. Ada yang langsung bertanya, ada juga yang pakai sms (sms kertas) he..he… Pertanyaan2 yang mucul pun menarik, seperti apa hubungan iman dengan FSI, apa peran DPP, peran ketua, peran koordinator, kenapa saya belum merasakan ukhuwan selama berada di pengurusan, bagaimana memahami karakter seseorang, bagaimana memanajemen waktu dahulunya..dan beberapa pertanyaan lainnya.

Dengan bekal pengalaman yang ada maka setiap pertanyaan pun Alhamdulillah bisa saya jawab walau tak puas mungkin (harus tidak puas dalam menuntut ilmu). Dan nama-nama berikut juga muncul melengkapi jawaban saya : da Ikhsan Iswaldi, da Zahiril fatoni, da hadian taufik, rahmat firdaus, medi prasetia, akmal ahmad, fuad syukri, yori yuliandra, dolla indra, fauzan ramadhan dan yang lainnya. Alhamdulillah acara upgrading pun selesai, dengan banyak hikmah yang bisa didapatkan.

Sepertinya sabtu kemarin emang menjadi waktu yang lama bagi saya untuk berbicara ditambah lagi kondisi cuaca kota padang yang amat panas beberapa hari ini. Akhirnya ahad ini saya harus sedikit bicara dan sulit untuk bicara, karena suara inipun malu-malu untuk keluar. Tapi Alhamdulillah meskipun demikian saya mendapat kenangan-kenangan yang menarik Jalan Cinta Para Pejuang.

#Selamat berjuang kawan, kampus hari ini kalianlah yang menjadi pejuangnya..tetap semangat

Ahad 7 oktober 2012

This entry was posted in Curhat, Islam, Tafakur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jalan Cinta Para Pejuang

  1. Ade Yustisia says:

    Subhanallah…. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s