Isyarat sang ustadz

Alhamdulillah 2 pekan yang lalu tepatnya sabtu tanggal 29 september 2012 yang lalu aku berkesempatan membersamainya. Mendengar nasehat-nasehatnya dengan ditingkahi candaan yang mendidik lagi mengesankan. Beliau begitu piawai membawakannya, meski ada beberapa orang yang begitu khusuknya sehingga kehilangan kepala kalau dilihat dari belakang. Seperti orang yang di belakangku harus menyandarkan kepalanya ke punggungku. Ah tak enak rasanya mengganggu kenikmatan mereka meski ku mencoba untuk bergeser agar ia terbangun dan menikmati indahnya tausyiah sang ustadz. Tapi yang jelas kulihat, hampir semua begitu terkesan dengan tausyiah sang ustadz.

Malam itu memang menjadi waktu kami berkumpul. Kegiatan yang menjadi salah satu sarana tarbiyah bagi kami. Mabit, para aktivis tarbiyah menamainya. Bagi mereka yang ngaku tarbiyah tapi gk pernah ikut mabit dan banyak alasan untuk tidak ikut mabit wajar saja merasakan ada yang hilang dari dirinya walau yang ikut mabit juga belum seutuhnya mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi setidaknya mereka yang mengikuti mabit telah mencoba menggunakan sarana yang ada untuk memperbaiki ruhiyah mereka ketimbang mereka-mereka yang selalu mengeluhkan hilangnya ruhiyah maknawiyah dari tarbiyah yang mereka jalani. Mabit seperti yang diungkapkan sang ustadz merupakan sarana taqarub atau sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena disana ada tasmi’ qurannya, taujih dari ustadz, qiyamullailnya, alma’suratnya dan agenda mandiri lainnya. Adalah suatu yang wajar, jika mabit menjadi salah satu sarana untuk membangkitkan ruhiyah. Jadi yang masih beralasan untuk tidak mau mabit kasihan banget deh..

Mengawali tausyiahnya, sang ustadz memberikan arahan tentang tatib mabit yang sebenarnya dimulai qabla maghrib. Luar biasa tausyiah yang disampaikan, beliau mampu memadukan kisah dengan dalil  yang shahih, mengungkap makna yang tersirat, candaan yang mendidik sampai temanku yang duduk di sudut kiri shaf pertama ikut menambah candaannya..he..he…yang paham dengan karakter beliau pasti mengenal siapa orangnya..🙂

Lama beliau menyampaikan tausyiah namun tak satupun dari panitia yang meletakan minuman untuk sang ustadz sehingga salah seorang peserta berinisiatif untuk memberikan minuman yang beliau bawa. Namun aku menegurnya, “pak dak usah di agiahan, tu produk zionis mah, padahal baru-baru ko menteri luar negri kito lah maajak untuak mamboikot mah” (pak tidak perlu diberikan, itu kan produk zionis, padahal baru-baru ini menteri luar negri kita sudah mengajak untuk memboikot kan”) walau sebenarnya dari dulu fatwa ini sudah keluar dari Syekh Yusuf Qardhawi kalau tidak salah. Dan akhirnya air mineral itupun tidak jadi diberikan.

Beberapa saat kemudian air mineralpun datang dari panitia. “Onde….seruku..”aku dan teman di sampingku kaget. Tanya kenapa? Karena ternyata air mineral yang diberikan juga dengan merek yang sama dengan minuman yang saya larang tadi, tapi apa daya minuman sudah sampai di meja sang ustadz. Temanku mencoba untuk memberitahu panitia dengan meng smsnya, namun tidak direspon, akhirnya beliaupun menemui panitia untuk segera menggantinya. Tapi tahukah anda  apa yang menarik yang dilakukan sang ustadz? Walau sudah lama berbicara sang ustadz tak pernah menyentuh untuk meminumnya. Akhirnya usaha teman sebelahku berhasil, panitia mengganti minuman mineral yang ada dengan merek lokal namun yang berbentuk gelas dan kalah tenar dari merek yang diganti yang berbentuk botol. Tapi ketenaran merek dan baiknya bentuk bukan alasan bagi sang ustadz, beliau malah langsung meminumnya..hm…aku berkesimpulan saja sang ustadz sedang memberi isyarat bahwa kita juga harus menjalankan aksi boikot ini, meski saya masih menggunakan beberapa produk mereka seperti HP, media jejaring sosial dan lainnya. Untuk produk yang masih saya pakai tentunya saya gunakan untuk kebaikan seperti media jejaring sosial ini, bukan maksud hati membela diri lho..nah emang air mineral tidak bisa digunakan untuk kebaikan?? Hmm.. Gk penting untuk diperdebatkan disini sepertinya. Tapi jangan ragu kawan untuk beberapa produk lainnya aku sudah mulai memboikotnya koq…he..he..🙂

#catatan tarbiyah

Sumber gambar Disini

This entry was posted in Curhat, Islam, Tafakur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s