6608 dan 910

yoanda

Ini sepenggal kisah perjalanan menuju Palembang. Banyak pelajaran tentunya yang bisa diambil, seperti kata orang minang “Jauah bajalan banyak dicaliak, alam takambang jadi guru (jauh berjalan banyak di lihat, alam terkembang jadi guru)”. Ya ini perjalanan ketiga kalinya bagi ku ke Palembang yang kumulai tepatnya tanggal 22 November 2012.

Menempuh perjalanan yang cukup jauh antara padang dan Palembang yang menyita waktu hampir 24 jam melalui jalan darat tentu sangat melelahkan. Walau hanya duduk dan tidur yang menjadi aktivitas tetap saja melelahkan. Ketika mengantuk ya tidur dan bangun lagi kalau mata tak mau lagi untuk dipejamkan.

Sambil menikmati perjalanan, obrolan sang supir dengan kernetnya dan diiringi musik campur sari (rock, minang, pop, malaysia) menjadi pengisi keheningan bus yang saya tumpangi, karena banyak penumpang yang terlelap. Obrolan sang supir dan kernetnya emang tidak ada temanya, semuanya mengalir begitu saja agar sang supir tidak mengantuk.

Obrolan supir yang tak bertemapun akhirnya terhenti sejenak karena Handphone-nya berdering. Disinilah terlibat pembicaraan yang mengusik nurani ku. Dalam percakapan yang tak panjang lebar via telepon dengan temannya, aku mendengar sang supir bertanya pada lawan bicaranya yang entah dimana.

Supir : “bara nomor nan kalua kini?” (berapa nomor yang keluar sekarang)

Teman supir :  “anam-anam kosong lapan (6608)” (enam-enam kosong delapan)

Supir : “yang ampek angko bara” (yang empat angka berapa) supir mendengar  (668)

Teman supir :  “yo itu anam anam kosong lapan (6608)” (ya itu enam-enam kosong delapan)

Rupanya sang supir salah mendengar bukan 668 tapi 6608.

Inilah sepenggal obrolan mereka yang aku dengar ketika perjalanan pergi dari padang-palembang. Waktu pulang dengan bus yang sama namun dengan supir dan kernet yang berbeda aku menemukan tema yang sama meski dengan cerita yang berbeda. Cerita ini antara kernet dan salah seorang yang aku tidak mengenalinya apakah ia juga kernet atau supir duanya.

Kernet : “mak patang ado oto nan kecelakaan. Rancak juo amak pasang nomormah kalau nio.” (mak sapaan selain untuk ibu juga untuk paman “mamak”…kemarin ada mobil kecelakaan. Bagus juga kalau paman memasang nomor undian jika mau)

Orang kedua : “bara nomor platnyo tuh?” (berapa nomor platnya tu)

Kernet : “sambilan ratuih sapuluah (910)” (Sembilan ratus sepuluh)

Hm..Teman-teman pasti tahu apa tema dari percapakapan di atas. Ya..togel…sejenis perjudian yang mengundi nasib dengan memasang angka atau membeli angka pada bandarnya dan menunggu hasil dari bandar ketika telah keluar. Cara memilih angkanya pun berbeda-beda, ada yang melalui mimpi, ada yang tanya pada orang pintar, lihat kejadian aneh dan lain sebagainya. Padahal kalau kita mau berfikir dengan akal sehat, mimpi orang tentu berbeda2, kejadian aneh juga bermacam2 dan itu tak sedikitpun menentukan hal-hal yang benar. Aneh emang, mobil kecelakaan, eh bukannya prihatin malah melihat nomor plat kendaraannya untuk di jadikan nomor togel. Tapi itulah kebodohan dari sebagian masyarakat kita. Untuk masalah rizki, Allah sudah menentukannya tergantung bagaimana kita mengambilnya. Dan jangan berfikir dengan berjudi kita akan menjadi kaya dan sukses. Aku jadi teringat dengan pesan orang tua-tua kita dahulu,  terutama bagi kita yang senang merantau (orang minang tentunya). Jika ingin sukses dirantau orang maka ikuti tiga hal berikut :

  1. Jangan pernah minum (maksudnya mabuk-mabukan)
  2. Jangan pernah bermain wanita
  3. Jangan pernah berjudi

Saya yakin masih banyak pesan dari orang tua kita dahulu sebagai petuah hidup, tapi kali ini cukup dengan tiga hal di atas saja.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir,(Al baqaraoh 219)

 

This entry was posted in Tak Berkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to 6608 dan 910

  1. rangtalu says:

    lai manang supir tu bang?

    • Al-Mandawiy says:

      dak sepertinyo adrian…sadiah maliek kondisi kini..kini tukang rumah pulo yang bacarito togel, tambah pulo urang kantua..andeh semakin parah semakin rusak se kondisi kini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s