Selamatkan diri KITA

SALAM

Mengucapkan kata selamat adalah ungkapan penghargaan pada seseorang. Ucapan selamat juga menggambarkan bahwa orang yang mendapatkan ucapan itu, layak mendapatkannya karena sesuatu yang membanggakan dirinya ataupun orang lain. Mengucapkan selamat selain meningkatkan silaturahim, juga merupakan doa yang akan berpulang pada diri kita dengan kebaikan yang sama atau dengan kebaikan yang setara atau bisa juga lebih. Mengucapkan selamat juga semacam bentuk bahwa orang lain memiliki kelebihan dan kita memiliki kekurangan namun kita tetap bersyukur dan tidak merasa iri ataupun dengki kecuali mungkin jika ucapan itu lain di mulut, lain di hati. Ucapan selamat juga suatu saat akan kembali kepada kita, ketika suatu saat kita mendapatkan kebaikan. Maka mengucapkan selamat adalah suatu yang baik untuk dilakukan dan dijadikan suatu kebiasaan agar menjadi budaya.

Dari katanya saja, ucapan selamat sudah jelas bahwa itu adalah semacam doa, harapan, dan impian. Maka dalam prakteknya kita akan temukan ucapan-ucapan selamat ini dengan ungkapan-ungkapan yang berbeda sesuai dengan kondisi yang terjadi. Misalkan dalam kelahiran seperti yang diungkapkan salah seorang tabi’in “Ja’alallahu mubaarokan ‘alaika wa ‘ala ummati Muhammadin” Artinya, “Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi atasmu dan atas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. Ucapan selamat pernikahan seperti : “barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fikhair” artinya “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepadamu dan memberikan berkah atasmu serta menyatukan kamu berdua didalam kebaikan”. Ucapan hari lebaran atau idul fitri dan idul adha seperti : “taqabbalallahu minna wa minkum” artinya “semoga Allah menerima aku dan kalian”. Ucapan pada seseorang yang telah menyelesaikan studinya seperti : “Selamat diwisuda ya, mudah2an ilmunya bermanfaat dan bisa di aplikasikan dalam kehidupan”, dan banyak lagi ucapan-ucapan selamat untuk berbagai aktivitas lainnya. Bagi umat muslim emang ada sebagian ucapan itu di ajarkan dan disunnah untuk disampaikan meski tidak tertutup kemungkinan untuk mengucapkan dengan ungkapan-ungkapan lainnya.

Nah..meski ucapan selamat itu adalah ungkapan kebaikan tapi ternyata dalam prakteknya ada juga yang salah. Ini emang sunnatullah bahwasanya keburukan itu akan selalu ada sebagai wujud ujian bagi kebaikan. Tapi bagi kita yang berilmu (mengetahui) tentu kebaikan akan menjadi pilihan. Kita tak akan mungkin menyertai keabaikan itu dengan keburukan, karena suatu keniscayaan bahwa keburukan itu tidak akan bisa bersama dengan kebaikan.

Salah satu contoh yang mungkin cukup hangat untuk saat ini adalah ucapan selamat tahun baru, baik itu selamat tahun baru hijriah ataupun selamat tahun baru masehi. Untuk saat ini saya tidak mempermasalahkan ucapan selamat ini. Namun bagi saya, yang jadi permasalahan adalah ketika tahun baru itu menjadi momen untuk kegiatan yang sia-sia dan berlaku maksiat. Mungkin akan ada yang berkata “itukan tergantung orangnya” atau “perbuatan sia-sia itu kan menurut anda menurut kami tidak”, atau seperti “kalau mau melakukan perbuatan yang sia-sia atau bermaksiat itu kapanpun bisa koq termasuk anda”. Ya..silahkan berpendapat dengan ungkapan-ungkapan seperti itu. Tapi saya hanya memberikan sebuah nasehat kepada KITA SEMUA mengingat perayaan tahun baru selama ini selalu dengan perbuatan yang sia-sia dan diikuti dengan perbuatan maksiat dan menjadikannya sesuatu yang dilazimkan. Dan menurut saya hal yang pantas bagi kita saat ini adalah bukan menyelamatkan tahun barunya tapi selamatkanlah diri kita, menghindari perbuatan yang sia-sia dan bagi sebagian orang inilah momen yang pas untuk evaluasi.

Banyak hal mungkin yang perlu kita selamatkan misal amal salih, bisnis, keuangan, cita-cita dan impian, serta hal-hal lainnya. Bagi kita, bisa jadi ini sebagai evaluasi amal kebaikan dan dosa yang kita lakukan selama setahun, walau sebaiknya tiap hari bagi kita adalah cara terbaik untuk memuhasabah (introspeksi) diri. Bagi seorang pengusaha inilah momen baginya untuk mengevaluasi kerjanya setahun dan merancang bisnis untuk setahun selanjutnya. Bagi kebanyakan orang inilah momen untuk kembali menyusun cita-cita dan impian setahun yang akan datang dalam bentuk resolusi kehidupan dan mengevaluasi setahun yang lewat. Bagi pemerintahan, inilah momen untuk menyusun anggaran belanja di pemerintahan dan mengevaluasi setahun yang lalu walau sebenarnya ini semua sudah dilakukan beberapa bulan sebagai persiapannya.

Yakinlah semua yang berawal dengan kebaikan akan berakhir dengan kebaikan insyaAllah begitu juga sebaliknya. Orang yang berilmu (mengetahui) tak akan memulai suatu kebaikan dengan keburukan dan kesia-siaan apalagi dengan kemaksiatan. Maka dari itu jadikan perubahan tahun ini sebagai momen untuk menyelamatkan diri kita walau sebenarnya untuk menyelematkan diri itu tidak harus menunggu momen, karena momen itu bisa kita ciptakan bahkan ketika sahabat mengakhiri membaca artikel ini dan menjadikannya sebagai momen untuk memperbaiki diri. Ungkapan yang cukup menyentuh dari rasul kita tercinta mengatakan :

“sebagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna bagi dirinya”

PS : Nasehat terutama untuk diri pribadi

Sumber gambar : Disini

This entry was posted in Curhat, Islam, Tafakur and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s