Jejak bengkalis

100_1352Alhamdulillah, akhirnya bisa juga menginjakkan kaki di pulau ini. Meski sudah sekian puluh tahun hidup, baru kali ini bisa berkunjung dan mengenalnya lebih dekat. Ya, bengkalis salah satu kabupaten dari 11 kabupaten/kota di Propinsi Riau. Bengkalis memiliki wilayah yang mencakup daratan bagian pesisir Timur pulau Sumatera. Secara Geografis, posisi wilayah Kabupaten Bengkalis pada posisi 2º30′-0º17′ Lintang Utara dan 100º52′-102°10′ Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulau dan daratan serta memiliki kawasan pesisir dan laut dengan garis pantai sepanjang 446 km yang berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti;
  • Sebelah Barat dengan Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu, dan;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kota bengkalis 18

Kabupaten Bengkalis memiliki letak yang sangat strategis, berada di tepi jalur pelayaran internasional, yang paling sibuk di dunia, yakni Selat Malaka serta berada pada kawasan segitiga pertumbuhan ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT).

Luas Kabupaten Bengkalis 7.793,93 km² yang terbagi dalam 8 kecamatan dan 102 desa/kelurahan. Ke-8 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bengkalis, Bantan terdapat di Pulau Bengkalis, Sedangkan Kecamatan Rupat, Rupat Utara terdapat di pulau Rupat, Adapun Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil, Mandau dan Pinggir berada di Pulau Sumatera.

Kota bengkalis 21

Saya sendiri dilahirkan di salah satu kecamatannya, yakni kecamatan mandau dengan ibukotanya duri. Untuk ukuran kota sih, kota duri yang saya rasakan sedikit lebih maju ketimbang ibu kota kabupatennya sendiri. Maklum kota duri adalah jalur yang sangat padat untuk lalu lintas barang dan orang. Di kota bengkalis ada salah satu politeknik negri yang dulu saya sangat berminat menjadi tenaga pengajarnya, tapi mau gimana lagi takdir tidak mengantarkan saya ke sana. Namun saya sedikit sedih melihat kondisi fisik dari politeknik itu, yang tidak terlalu terawat dengan baik, ilalang yang sudah meninggi, mobil rusak dibiarkan parkir di halaman, gedung-gedung yang kurang terawat, ah sedih sekali.

Untuk menuju kesana emang cukup menyulitkan apalagi dari tempat saya, duri. Kalau dari duri ada beberapa alternatif pilihan jalan, pertama melalui pelabuhan dumai, kedua melalui pelabuhan sungai pakning. Sepertinya jiwa pengembara saya mengajak saya harus memilih melalui pelabuhan sungai pakning bersama duo Muhammad he..he.. (Muhammad Faisal Almandawiy dan Muhammad Rizki Maulana). Ya Rizki adalah adik saya yang bungsu, yang masih duduk di kelas 2 SMA. Sampai di pelabuhan kita mesti naik kapal roro untuk menyebrangi lautan hingga sampai dipulau bengkalis.

100_1371

Hm..untuk ukuran track jalannya sih sungguh-sungguh luar biasa. Bagi yang baru dan tanpa persiapan untuk berangkat maka siap-siaplah untuk matanya perih, hidungnya tersumbat dan hati berdebar-debar. Bagaimana tidak, kawan seperjalanan bukan hanya mobil ukuran avanza saja tapi juga FUSO (gede gk tuh), belum lagi jalannya yang berlubang, bahkan lubang jalannya seperti sebuah kolam, untung saja ketika berangkat tidak hujan, seandainya hujan maka langsung balik kanan dah.

Niat hati ingin bermalam disana, mencoba menikmati indahnya malam di bengkalis, tapi adahal yang membuat saya harus mengurungkan niat itu dan akhirnya harus balik ke duri lagi. Perjalanan itu terasa begitu mengesankan bagi saya apalagi perjalanan pulang. Jalan yang sepi dan beberapa rute jalan yang begitu mulus memacu adrenalin saya untuk saling mengadu tangguh Jupiter Z yang saya tunggangi dengan Vega R seorang bapak yang sejak awal sudah ngajak duel sepertinya. Tapi ketika kami saling berpacu, Jupiter Z ini malah kehilangan tenaga. Dicoba diselidiki eh…ternyata ban motor belakangnya pecah sampai terbelah dua..wah..wah..naas benar kami. Ban motor pecah tidak pada waktu dan tempat yang tepat, ditengah hutan dengan jalan yang rusak parah dan hari yang sudah mulai gelap. Tapi Alhamdulillah Allah selalu bersama duo Muhammad ini, selalu ada jalan untuk pulang…meski hampir satu mobil dengan kumpulan babi-babi hutan hasil buruan masyarakat setempat…yah pokoknya WOW gitulah..Alhamdulillah…

100_1366

Sebagian sumber Disini

Gambar Disini

This entry was posted in Curhat, Tafakur and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Jejak bengkalis

  1. Musim Semi says:

    enak ya da bs jalan-jalan…

  2. vivi sartika says:

    mas mau nanya nih,klo sekarang menuju bengkalis jalan yg paling nyaman buat ibu hamil jalur dari mana ya???

    • Al-Mandawiy says:

      kalau sekarang kurang tau juga mbak..dah lama soalnya..tapi lewat dumai sepertinya jalannya udah mulus tuh mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s