Rasa

Jom-beramal-soleh

Sahabat…..
kita tidak tau diamal mana amalan kita di terima Allah
kita juga tidak tau amal siapa yang paling baik di sisi Allah
kita juga tidak tau siapa yang paling mulia di sisi Allah

menjadi baik itu baik, MERASA paling baik itu, itu tidak baik
banyak beramal itu baik, MERASA paling banyak beramal itu, itu tidak baik
jadi cerdas itu baik, MERASA paling cerdas itu, itu tidak baik

mungkin saja kita telah banyak beramal, sudah menjadi orang baik, sudah menjadi orang cerdas tapi RASA yang kita bangun malah membuat itu tidak berarti apa-apa. maka bagi kita cukup beramal saja dan menekan RASA yang ada biarkan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang beriman menilai diri kita dengan tetap senantiasa memuhasabahi diri.

“Beramallah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amalmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At-Taubah: 105)

Gambar Disini

This entry was posted in Tafakur and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Rasa

  1. Musim Semi says:

    berarti perlu berhati-hati dalam men-stel Rasa ya da, jangan smpai karna Rasa ternyata kita menjadi hina sbg hambanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s