Ramadhan dalam dekapan #1

KEBERSAMAAN DI TENGAH PERBEDAAN

ramadhan1

Tak persis ingat kapan terjadinya, tapi sepertinya sejak era reformasi dengan tema kebebasaan dimulai semua bisa menyampaikan maksud hati. Sudah menjadi suatu yang biasa beberapa tahun berjalan umat islam merayakan hari-hari besarnya berbeda satu dengan yang lain. Hari-hari besar itu tentu seperti ramadhan, syawal dan zulhijjah namun tidak akan terjadi untuk kapan isra’ mi’raj, maulid nabi ataupun satu muharam karena hari-hari itu tidak berkaitan dengan ibadah. Dulu mungkin saja perbedaan itu telah terjadi, tapi karena tidak begitu terinformasikan perbedaan itu tidak begitu terasa.

Di dunia ini begitu banyak system penanggalan yang di pakai, namun yang cukup popular dikalangan umat hanya ada 2 yakni penanggalan syamsiyah yang menggunakan peredaran matahari sebagai standarnya dan penanggalan qomariah yang menggunakan peredaran bulan sebagai standarnya. Namun sesuai dengan perintah Allah SWT berkaitan dalam penentuan dimulainya suatu ibadah seperti ramadhan, syawal dan zulhijah maka system penanggalan yang di pakai adalah system penanggalan qomariah. Nah penggunanaan system penanggalan qomariah dikalangan umat belum begitu familiar apalagi dengan adanya perbedaan cara pengamatan, sehingga akan selalu ada perbedaan dalam penentuan waktu-waktu ibadah di atas, termasuk ramadhan 1434 H kali ini.

Kita mungkin sudah pahami bahwa perbedaan dalam islam adalah rahmat bagi umat, namun mengedepankan kebersamaan tentu akan lebih baik. Yang terbaik pasti berbeda namun yang berbeda belum tentu lebih baik. Meskipun demikian kami tentu tidak ingin memaksakan perbedaan yang terjadi untuk disamakan, namun kelapangan dada dan berbesar hati menerima setiap perbedaan menjadi sifat yang dapat menenangkan.

Tak jauh berbeda, di komplek perumahan kami juga seperti itu, meski pengurus mushalla sudah bersepakat untuk beramadhan mengikuti pengumuman pemerintah, namun karena tidak semua mengikuti anjuran pemerintah maka tarawih pun dijalankan lebih awal dari kesepakatan pengurus. Sepertinya ini tentu lebih baik untuk menerima segala perbedaan daripada ada kejadian di suatu masjid hanya gara-gara qunut maka shalat subuh pun tidak dilaksanakan di masjid tersebut. Kembali ke sifat awal tadi berlapang dada dan berbesar hati untuk menerima perbedaan di tengah kebersamaan menjadi suatu yang menentramkan.

Marhaban ya Ramadhan🙂

#Salam dari Almandawiy, selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1434 H Mohon maaf lahir batin atas segala kekhilafan dan kesalahan.🙂

This entry was posted in Islam and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s