Kalau bisa lebih kenapa tidak?

Pilihan kita

“Hidup itu sebuah pilihan itu katanya dan nyatanya. Segalanya di gulirkan dan digilirkan. Apapun yang kita pilih ujungnya adalah tanggung jawab. Memikul tanggung jawab apapun pasti melelahkan, tidak ada yang tidak melelahkan, yang membedakannya adalah bagaimana menyikapinya dengan cara terbaik.”

Dalam beberapa pendapat, seringkali untuk hal-hal yang sebenarnya kita dapat memberikan banyak pilihan pada hidup, malah hanya membatasi pada dua pilihan saja. Padahal untuk dua pilihan itu, kita sendiri sulit untuk menerimanya kecuali mungkin untuk hal-hal yang kita tidak bisa banyak memilih. Bahkan tidak memilih juga adalah suatu pilihan. Pilihan-pilihan yang saya maksud juga bisa berarti tentang suatu perbandingan. Dalam beberapa kasus, ada sebagian orang memberikan pilihan cuma pada dua hal saja, yang sebenarnya pilihan itu masih ada pilihan lainnya. Seperti contoh :

  1. Lebih baik sedekah sedikit namun ikhlas dari pada sedekah banyak tapi tidak ikhlas. Pertanyaannya kenapa cuma dua pilihan, kan masih banyak pilihan lain meski sedikit banyak itu masih relatif. Saya kira masih ada pilihan lain misalnya sedekah 10 % gaji tapi ikhlas, atau 20 % tapi ikhlas, atau 30 % tapi ikhlas, namun kenapa cuma dua pilihan di atas.
  2. Lebih baik mereka yang tidak berjilbab namun berhati baik ketimbang mereka yang tidak berjilbab tapi tidak berhati baik. Perbandingan ini lebih aneh lagi, koq pilihannya cuma dua aja? karena menurut saya pilihannya masih banyak lagi. Contoh lebih baik berjilbab dan berhati baik, atau berjilbab dan berhati sangat baik sekali dan lain sebagainya. Jadi jangan fikiran kita Cuma tertuju pada dua pilihan yang sebenarnya kita masih bisa membuat piliha lain yang bisa kita buat.
  3. Lebih baik bermaksiat namun merasa hina ketimbang berbuat baik tapi merasa sombong. Wah..wah..inilah pilihan yang lebih sulit lagi. Kalau saya harus memilih maka saya memilih untuk tidak memilih, karena menurut saya itu juga pilihan. Dan kalau harus memilih, maka saya akan  membuat opsi yang menurut saya masih ada opsi lain yang bisa saya munculkan. Karena dalam hidup ini tidak ada larangan koq harus membuat pilihan yang lain.

Sepertinya 3 contoh di atas sudah cukup mewakili bahwa pilihan itu tidak cuma dua, kalau bisa lebih kenapa tidak?🙂. Ada banyak hak kita untuk memilih dan membandingkan sesuatu, jangan dipersempit  dan dibuat rumit seperti dalam berpolitik, ber-ekonomi, ber-akhlak, berumahtangga dan lain sebagianya. Sederhananya saja andai nilai sempurna itu 10 (SEPULUH) maka kita tidak mesti memilih 1 atau 2, karena masih ada pilihan 3, 4, 5 dan tentu yang sempurna itu adalah 10 (SEPULUH). Oke sahabat sekalian selamat menjalani kehidupan kita masing-masing, namun yang terpenting berdoalah selalu kepada Allah agar kita selalu berada dalam keta’atannya kepada-Nya.

Wallahu a’lam..:mrgreen:

This entry was posted in Curhat, Tafakur and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s